Skip to main content

Posts

Entri Populer

Jakarta?? Hidupku Sangat Sial

Sebentar lagi aku (mungkin), kakak, dan Ibu akan pergi ke Jakarta untuk menghadiri acara wisuda adik saya.Acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 29 Mei nanti.Kakak berpesan pada saya bahwa saya 'akan' tinggal disana.Saya merasa takut dan bingung. Kenapa? Saya merasa belum siap untuk merantau. Mental saya belum siap.Saya takut tidak mendapatkan pekerjaan dengan segera. Saya juga merasa sangat segan sekali menjadi  penumpang di rumah keluarga. Saya takut menjadi penambah beban bagi mereka.Meskipun begitu, tinggal di kampung pun saya merasa bingung juga. Kenapa? Saya belum mendapatkan pekerjaan tetap yang punya pendapatan setidaknya menghidupi diri saya sendiri. Pendapatan itu sangat kecil dan tidak menentu. Saya mengajar les. Memang sih, bayaran per pertemuan adalah 40 ribu, tetapi saya seringkali takut pergi soalnya sangat segan untuk menghadapi orang lain. Saya takut membuat orang kecewa.Sebenarnya, saya sangat pengen pergi jauuuuuhh sekali dari rumah ini. Saya sangat d…
Recent posts

Drama Korea The Banker

The Banker, saya rasa adalah salah satu drama korea terbaik yang pernah saya tonton.Sudah banyak drama korea yang telah saya tonton. Tapi, drakor ini sangat menarik.Kenapa?Drakor ini bercerita tentang bagaimana kehidupan di Bank dan juga hal2 yang terkait dengannya.Banyak hal yang disajikan dalam drama ini. Ada integritas, kesetiaan pada prinsip, persahabatan, kasus korupsi, kejahatan perusahaan konstruksi, keserakahan akan kekuasaan.Ada 3 tokoh utama dalam drakor ini.1. Presdir Kang Sam Do
Figur ini sebnarnya membuat saya bingung pada awalnya. Saya bertanya2 apakah ia juga haus akan kekuasaan? Sebab orang2 yang bertentangan dengan pemikirannya selalu berhasil ia kalahkan. Tapi, banyak keputusan yang ia ambil seolah2 kontroversi dengan keselamatannya. Karena itu saya bingung. Setelah melalui episode yang panjang, sekitar episode 20an, saya menyadari bahwa keinginan beliau bukanlah untuk berkuasa selamanya, tetapi untuk menyelamatkan Bank Daehan. Ia pernah berkata bahwa, "Apapun a…

Perpisahan Kelas IX SMPN 1 Dollksanggul

Sekitar pukul 10 pagi saya dan Ibu tiba di SMPN 1 Doloksanggul. Tampak di hadapan saya, seluruh siswa duduk di teras kelasnya masing-masing. Dan ada yang berpakaian bebas.Ada apa ya? tanya saya dalam hati.Saya dan Ibu pun mencari tempat duduk di teras ruangan yang tepat berada di sebelah Kantor Sekolah.Terdengar pembicaraan dari guru bahwa hari ini adalah perpisahan bagi kelas IX.Ohh begitu toh. Untunglah, saya merasa lega sebab saya akan terhibur sedikit.Acara pun dimulai dengan kata sambutan dari siswa kelas VII. Seorang gadis bertubuh pendek. Saya merasa 'iri' dengannya sebab ia bisa begitu pede memberi kata sambutan padahal ia masih kelas VII. Sedangkan saya sewaktu  masih seumur dia, hanya menjadi pendengar saja bahkan hingga kini.Ada beberapa kegiatan yang dilakukan seperti, vokal grup/solo dari siswa maupun guru, dance, dan tortor.Melihat para siswa melaksanakan kegiatannya masing2 baik dance, dan vokal grup, saya malah jadi berkecil hati bukannya terhibur seperti yang …

Sampai Kapan Aku Menunggu?

Kuharap besok matahari tidak lagi bersinar bagiku.Kuingin menutup mata dan lenyap untuk selamanya.Takkan ada yang rugi bilaku pergi. Ibu tidak akan sedih sebab ia tidak lagi baik untuk mengingat.Tak ada guna hidup bagiku lagi. Aku tidak punya masa depan. Aku tidak punya cita-cita lagi untuk diwujudkan.Hidup sudah selesai bagiku meski seringkali aku tergoda hawa nafsu. Tapi itu tidak menghentikan keinginanku untuk hidup yang terakhir.Oh Tuhan, sampai berapa lama lagi aku terus menunggu perhentianku.Aku sudah tidak sabar lagi.Pengennya sih, dalam tidur aku meninggal.

Kapan Aku Mati?

"Kapanlah hidupku ini berakhir?" Aku sudah malas untuk hidup. Pengen bunuh diri, tapi aku takut rasa sakit. Dan juga bunuh diri itu meninggalkan aib buruk buat keluarga.Pengennya, dapat penyakit kronis segera. Yang membuat dalam beberapa hari lagi untuk mati. Kayak penyakit jantung, kanker atau kecelakaan hingga tewas seketika.Sudah bosan hidup seperti ini. Nggak bisa berguna buat sekitarku. Tambahnya lagi kesalahan2 masih terus kulakukan.Oh Tuhan, tidak bisakah Engkau berangkatkan diriku segera?Aku pengen menghilang lenyap tak bersisa.Hidup adalah kesia-siaan bagiku.

Melatih Diri Kembali

OK. Dari mulai hari ini saya akan hapus akun mobile legends saya dan merubah gaya hidup saya.Saya akan bekerja keras. Hidup dengan teratur. Saya sudah berumur 24 tahun.Ok. Apa yang harus saya lakukan?Dailiy life saya akan saya ubah. Seperti berikut hal yang harus saya lakukan.1. Nggak main game Mobile Legends lagi. Saya akan hapus segera.2. I will not watch 'romance' film again. 3. Nggak buka facebook kalo bukan antara jam 8 - 8.30 malam. Hanya setengah jam doang.4. Saya akan bergereja seperti biasanya. Saya akan membaca Alkitab seperti dulu lagi. Waktu membacanya pada pukul 5 pagi. Dan membuat testimoni di blog.5. Saya akan menyuci piring sesudah selesai makan. Menyapu rumah setiap pagi.6. Membuat komik pada pukul 2 siang sampai 6 sore. Sambil belajar bahasa Inggris.Semuanya akan saya mulai dari hari ini. Saya harus komit dengan hal ini. Setidaknya hingga ajal yang dekat, harapan saya, sebelum datang. Saya nggak pengen membuat keluarga saya malu. Harus membuat sebuah legacy.Y…

Puji Tuhan!

Kenapa ya kebanyakan ucapan "Puji Tuhan" hanya diungkapkan ketika kabar baik aja datang?Fenomena ini saya perhatikan dari status2 media sosial.Jarang banget ada yang ungkapkan ketika kabar buruk sedang melanda.Salahkah saya beranggapan demikian?